Teknik Pemeriksaan CT Scan Pada Kepala di SehatQ.com

Teknik CT Scan pada kepala merupakan salah satu tindakan medis dengan menggunakan teknik runtunan irisan tunggal dan multiple yang bersifat helikal atau spiral. Pemeriksaan pada kepala umumnya dilakukan untuk mendeteksi berbagaimasalah medis yang terjadi pada area kepala seperti cedera kepala, tengkorak retak, pendarahan, gumpalan darah pada penderita gejala stroke, tumor otak, pembesaran rongga otak, dan kondisi medis lainnya.

Selama proses pemeriksaan, pasien disarankan dalam posisi berbaring supinasi dengan kedua lengan dan tangan diletakkan pada sisi tubuh. Selanjutnya, kepala pasien akan berada pada garis tengah scanner dan ditahan menggunakan velcro band dengan tujuan agar kepala tidak sering bergerak pada saat pemeriksaan berlangsung. Kepala pasien tidak boleh bergerak karena agar proses scanning yang dilakukan secara paralel terhadap basis kranium dan tidak terhadap bola mata.

Prosedur Pelaksanaan

Tindakan medis yang satu ini memang memerlukan beberapa peralatan selain alat pemindai. Beberapa alat pendukung lainnya adlaah meja periksa, komputer, cairan kontras, hingga tombol panggilan darurat jika terjadi sesuatu hal buruk yang tidak diinginkan. Tempat pasien menjalani pemeriksaan akan dipisahkan dengan petugas atau tenaga medis yang memeriksa.

Prosedur pelaksanaan CT Scan pada bagian kepala akan berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien dan tujuan pemeriksaan. Namun, secara umum prosedur pelaksaan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Memasukkan cairan kontras melalui pembuluh darah pada lengan pasien atau secara oral jika pemeriksaan membutuhkan cairan kontras.
  • Pasien akan diminta untuk berbaring pada meja pemeriksaan yang nantinya akan dimasukkan ke dalam mesin pemindai.
  • Petugas atau tenaga medis akan berada dalam ruangan terpisah namun tetap bisa berkomunikasi dengan pasien untuk memberikan arahan seperti posisi dan hal lainnya.
  • Setelah meja pemeriksaan dimasukkan ke dalam mesin pemindai, maka mesin pemindai akan berputar dan sinar X akan melalui seluruh bagian tubuh selama jangka waktu tertentu.
  • Mesin pemindai yang sudah selesai bekerja akan mendeteksi gambar dari organ tubuh dan mengirimnya ke komputer yang kemudian akan diolah menjadi gambar untuk selanjutnya diperiksa.
  • Selama proses pelaksanaan, pasien disarankan untuk tidak boleh bergerak dan perlu menahan napas selama beberapa kali.
  • Jika proses pelaksanaan telah mendapatkan hasil yang diinginkan, maka tenaga medis akan menghentikan prosedur dan membantu pasien untuk turun dari meja pemeriksaan.

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang bisa dilakukan dengan santai sehingga anda tidak perlu merasa khawatir. Selama melakukan proses pemeriksaan, anda juga tidak akan merasakan sakit karena anda hanya perlu berbaring saja. Mungkin anda akan merasa tidak nyaman dengan posisi yang mengharuskan anda untuk tidak boleh bergerak sama sekali dan menahan napas selama beberapa saat. Pemeriksaan ini juga tidak perlu atau mengharuskan anda untuk melakukan rawat inap. Namun, jika hasil sudah diketahui ada beberapa kondisi yang mengharuskan pasien untuk melakukan rawat inap demi mendapatkan perawatan lanjutan.

Jika anda merasa perlu melakukan pemeriksaan ini karena merasakan gejala yang akut atau beberapa kondisi kesehatan yang semakin lama menjadi semakin parah, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.Dengan kemajuan teknologi di zaman yang sudah serba digital ini, anda bisa memanfaatkan platform kesehatan seperti SehatQ untuk bisa mendapatkan informasi seputar dunia kesehatan. Anda bisa bertanya langsung kepada beberapa dokter tentang keluhan yang anda rasakan hanya cukup dengan menggunakan smartphone. Cukup duduk manis dirumah, dan anda bisa mendapatkan informasi dengan sangat jelas dan mudah.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *