Keutamaan Shalat Sebagai Bagian Rukun Islam

Shalat adalah rukun Islam yang paling utama nomor dua setelah syahadat dan merupakan ibadah yang paling utama perlu diperhatikan semua umat Islam. Bahkan jika kita mampu menjaga setiap shalat kita maka kita telah menjaga tegaknya agama Islam dan jika kita meninggalkan atau melalaikan shalat maka kita juga cenderung lalai terhadap perkara lain dan bisa saja Islam tidak akan tegak. Jadi selalu ada ungkapan bahwa shalat adalah tiangnya agama Islam.

Berdasarkan penjelasan dari IslamExplored.org bahwa Islam adalah agama yang mewajibkan setiap pemeluknya untuk menjalankan shalat wajib pada lima waktu shalat yaitu subuh, dhuhur, ashar, magrib dan isyak. Selain pada lima waktu tersebut, umat Islam bisa menambahkan shalat-shalat sunnah sebagai penyempurna amal ibadah seperti shalat sunnah dhuha di waktu pagi, shalat rawwatib, shalat tahajud, shalat gerhana dan masih banyak lagi shalat sunnah lainnya.

Shalat sunnah boleh kita kerjakan dan akan mendapatkan pahala dan jika kita tidak kerjakan tidak mendapat dosa. Tapi banyak yang menilai walaupun kita tidak akan mendapatkan dosa jika meninggalkan shalat sunnah, tapi kita juga akan kehilangan pahala dan fadhilah yang bisa kita dapatkan dengan cara menjalankan shalat sunnah. Misalkan saja shalat sunnah dhuha bermanfaat untuk melancarkan rezeki dengan ijin Allah, lalu ada shalat sunnah Rawwatib dimana jika kita mampu mengerjakannya sebanyak 12 rakaat maka dijanjikan Allah mendapat rumah di surga.

Tapi sebelum mengamalkan ibadah-ibadah sunnah tersebut, lebih baik kita perhatikan dahulu bagaimana shalat wajib kita, apakah sudah baik atau belum. Karena amal ibadah shalat wajib adalah amal ibadah yang paling dahulu dihisab saat di akhirat nanti. Jadi sebagai umat Islam kita harus memperbaiki ibadah shalat kita agar diterima oleh Allah dan mampu memberatkan timbangan kebaikan saat di akhirat kelak. Memperbaiki shalat bisa di mulai dengan mengusahakan shalat tepat waktu dan tidak berusaha mengulur-ulurnya sampai mendekati waktu shalat berakhir. Karena ini sangat tidak baik jika tidak ada udzhur yang syar’i dan akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang lalai dalam shalatnya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *